"Apa ini?" Sambutan yang sinis di detik pintu rumah terbuka. Jagat tidak mempermasalahkan, tak pula merasa tersinggung. Dilihatnya Rajen masih mencekal gagang pintu seolah tak akan membiarkan Jagat masuk. Ya, Rajen. Jagat di kediaman kembarannya sekarang. Benar-benar datang. Dengan penampilan yang sangat kontras antara satu sama lain, yakni Jagat bersetelan jas formal, dasi menggantung, rambut klimis dan rapi, aura-aura CEO di perusahaan besarnya menguar, pun sosoknya yang sekarang adalah impian Rajendra di masa lalu. Oh, Jagat tidak sedang meledek Rajen dengan penampilan ini. Tidak sedang menghina Rajen sebab impian tersebut malah jadi miliknya. Bukan maksud menyinggung atau mau melukai hati Rajen. Tak terpikir sejak awal kaki melangkah keluar, sebab niatnya habis dari sini mau langs

