Epilog

1313 Kata

Zero menangis setelah disunat, tetapi kalian tahu? Yang dia tangisi bukan sebab rasa sakit sesudah obat biusnya tak lagi berefek, melainkan menangisi bentuk burungnya. "Ini versi baru, Sayang. Nggak pa-pa," hibur Seruni, menenangkan. "Aneh! Aneeeh!" Begitu katanya, sambil menangis. "Nggak aneh, Zero. Semua laki-laki yang sudah disunat begini bentuknya," ucap Jagat. Zero masih ber-huhu-huhu ria. Zein, sih, anteng. Dia menatap hasil sunatnya, lalu melirik punya sang kembaran, dan kemudian nyeletuk, "Punya Papi juga seperti ini?" Menunjuk titituit dengan jari kecilnya. Tatapan Zein amat lugu dan serius. Hal yang membuat para orang dewasa tak bisa menahan tawa. Sementara, Jagat mangap-mingkem dan senyum. Ya ampun. "Tanya mami kamu, Nak," timpal Nenek Dikara. Eiy. Seruni jadi mesem k

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN