Epilog

1620 Kata

"Papa!  Apa mama sama sepertiku? Cantik?" Aku menatap ke samping saat tangan mungil itu menggenggam jemariku. Lama kutatap mata indahnya. Sampai-sampai teguran darinya pun tak membuatku tersadar. Matanya begitu mirip. Bahkan sangat mirip dengan mata wanita yang aku cintai. Wanita yang begitu berharga dalam hidupku setelah ibuku. Wanita yang mampu menjungkirbalikkan duniaku. Aku melihat kesekeliling. Tepian danau. Ya, disinilah aku dengan gadis kecil ini. Tapi siapa dia? Kenapa dia bisa bersamaku? Menggenggam tanganku? Siapa dia? Dan lagi, aku tadi bersama Cinta. Cinta istriku. Mana Cinta? Cinta? Aku mendadak panik. Danau yang tadi indah tiba-tiba berubah gelap. Di depanku muncul bayangan jeritan luka yang begitu pilu dari seseorang yang? Aku?. Itu aku. Aku bersama tubuh tak bernyawa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN