Chapter 27

1524 Kata

  Enam bulan kemudian Suasana pagi di kediaman Cinta dan Nando terasa begitu ramai. Bukan karena ramainya tamu, namun karena suara gaduh yang diciptakan seorang Cinta. Pasalnya pagi-pagi sekali, Istri seorang Nando itu sudah heboh dengan persiapan perlengkapan untuk liburan tiga harinya bersama sang suami ke puncak tempat rumah neneknya Cinta. Jangan tanyakan bagaimana kondisi Nando. Pria itu tertidur di sofa setelah mandi dan sholat subuhnya bersama Cinta. Ia masih lelah karena semalaman mereka menghabiskan malam yang nikmat dan panjang. Berbeda dengan Nando, berbeda pula dengan Cinta. Saat suaminya itu tertidur kembali, Cinta justru sangat aktiv. Seolah tak ada lelah terpancar dari wajahnya. Apalagi mengingat mereka akan jalan-jalam bersama Kak Kenan, Sanni, Kak Ronald dan adik per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN