Tanpa terasa Sheila kembali melewati sebulan di tempat Henry dengan semua emosi yang bercampur jadi satu. Sheila tidak pernah menyantap makan siangnya di lantai satu, tapi berbeda dengan kali ini karena sudah memasuki bulan maret, salju-salju perlahan mencair dan itu membuat Sheila memutuskan untuk makan di lantai satu. “Apa kamu tidak bisa tidak datang ke kamarku selain saat kamu ingin tidur denganku?!” teriak Sheila karena muak Henry yang tiba-tiba datang ke tempatnya saat jam makan siang seperti ini. Sheila juga menginginkan hari-hari tanpa Henry, dia terlalu muak melihat wajah Henry. Tidak setiap hari memang Henry datang mengunjunginya, hanya selang satu atau dua hari kemudian dia akan datang lagi, terus seperti itu. Hari ini adalah kedua kalinya kemunculan Henry saat makan siang se

