“Kamu hanya perlu mematuhiku Sheila, apapun yang kulakukan kamu hanya perlu menerimanya. Jangan bertindak yang bisa memicu amarahku, jangan coba-coba kabur apalagi menyakiti dirimu karena hanya aku yang bisa melakukannya.” “Kenapa tak langsung membunuhku saja agar aku bisa bertemu dengan kedua orangtuaku?” “Membuatmu menderita ternyata menyenangkan.” Henry menyeringai. Henry bangun dari duduknya, dia mencondongkan tubuhnya ke arah Sheila dan menjepit jarinya di dagu Sheila. Memaksa Sheila untuk mendongak menatapnya. Sheila menatapnya dengan pandangan benci. “Sengat menyenangkannya melihatmu menatapku seperti ini.” Henry kemudian mendaratkan ciumannya ke bibir Sheila yang terkatup. Dia menggigit bibir Sheila pelan meminta bibir itu terbuka namun Sheila tetap mengatup bibirnya dan menc

