Semalaman Sheila tidak bisa tidur, dia masih tidak percaya dengan kenyataan dirinya tengah mengandung. Bagaimanapun juga hal ini terlalu mengagetkannya walau Sheilapun berniat menjadidkan bayi dalam kandungannya ini sebagai alat untuk dia kabur. Sheila membuka matanya, dia merasa dadanya sesak dan entah bagaimana dia merasa ingin menangis saat ini. Sheila sendiri tak mengerti kenapa dia ingin menangis saat ini. Sheila mencoba mengambil napas dan membuangnya secara perlahan guna mengusir perasaan tak nyaman di hatinya. “Selamat pagi Nona.” Sapaan itu membuat Sheila menoleh kaget dan mendapati Anna berada tak jauh dari tempat tidur dengan keranjang pakaian. “Ini masih terlalu pagi untuk Nona bangun, lebih baik jika Nona kembali tidur dan akan saya bangunkan saat sarapan.” Sontak saja She

