Bab 36 - Senja Yang Berharga

1246 Kata

Suara ketukan pintu membuat Una menggerutu dengan kelopak mata yang masih terpejam. Dia masih amat sangat mengantuk karena merasa baru tidur sebentar. “Aruna, kamu masih di dalam, kan?” suara lelaki di luar sana terdengar cukup keras. "YAAAA," jawab gadis itu sembari menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal. Dia kembali memeluk guling dan kembali mengeratkan pelukan pada benda empuk berwarna biru tersebut. Lelaki dengan kondisi sudah jauh lebih baik dari semalam, membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci dan melongokkan kepala ke dalam untuk memastikan keberadaan Una. Dia tersenyum tipis saat melihat Una masih bergelung di balik selimut di atas ranjang kamar tamu. Jeka memutuskan untuk menutup pintu dan tidak mengganggu. Gadis itu sudah banyak membantu kemarin, sekarang Jeka biar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN