Kain penutup kepala calon pekerja dibuka satu per satu. Helaan napas lega lolos dari bibir He Hua, selama kepalanya berada di dalam kain hitam dia merasa seperti orang buta yang tidak bisa melihat apa pun beberapa kali tersandung sampai diceramahi oleh dua orang asisten Tuan To Mu. Jelas itu bukan salahnya, mana mungkin orang bisa berjalan tanpa jatuh kalau kedua indra penglihatan ditutup rapat. Ada-ada saja dan malah menyalahkan He Hua. Rasanya He Hua ingin sekali berteriak sekencang mungkin. Sayangnya keadaannya tidak mungkin. Bisa-bisa lehernya terlepas dari kepalanya yang cantik. Kelompok calon pekerja diperintahkan untuk berbaris menjadi empat barisan. He Hua baris di belakang Li Xinyuan di barisan ketiga. "Kalian semua tempat ini tempat kalian bekerja dan tempat yang itu tempat t

