Chapter 11 - Berita Buruk

1243 Kata
He Hua, Asmitha Kumari, dan Mei Hwa diantar pulang ke asrama oleh Fu Shi. Semua penghuni Academy Chao Xing sudah terlelap di alam mimpi. Suasananya hening dan sepi, hanya suara hewan-hewan malam yang merobek keheningan. "Mei Hwa tolong jaga He Hua dan setelah tiga jam berikan Nona He pil emas." Fu Shi memberikan sebutir pil berkulit emas baunya seperti pisang yang matang. Setelah mengatakan itu Fu Shi pamit pulang. Pria itu kembali ke kediaman Fu (kediaman yang sempat dibersihkan oleh He Hua). "Baiklah, Dewa Penyelamat." Mei Hwa mengangguk patuh. Malam ini Mei Hwa menginap di kamar ketiga, gadis yang memiliki tinggi 157 cm itu membawa kasur dari kamar keempat, membentangkannya di atas lantai. Asmitha Kumari telah tertidur lelap berselimut mimpi. Dia tidur di atas ranjang dilindungi kelambu transparan. "He Hua semoga kamu baik-baik saja, kami sangat khawatir kepadamu. Aku tidak ingin kehilangan teman lagi seperti lima tahun yang lalu." Mei Hwa mengusap puncak kepala He Hua dengan sayang, He Hua tertidur kelelahan. Setelah proses penghilangan racun digoxin di aliran darah memakai energi spiritual yang cukup menguras banyak energi, membuahkan hasil walau tidak sempurna. Sebagian racunnya masih tersisa, tapi memperlambat reaksi racunnya sebelum mendapatkan obat penawar. Setelah tiga jam berlalu, sesuai pesan Dewa Penyelamat, Mei Hwa menyalurkan pil emas membantu He Hua menelannya. "Bagaimana keadaanmu He Hua?" Mei Hwa memeriksa denyut nadi spiritual dan luka He Hua yang sudah perlahan mengering. "Lebih baik," balas He Hua singkat. "Apa kepalamu masih pusing dan perutmu masih sakit?" tanya Mei Hwa seperti seorang ibu yang sedang merawat anaknya. "Rasa sakitnya sudah hilang, hanya saja badanku terasa sedikit berbeda," jelas He Hua jujur. He Hua membentuk senyuman di bibirnya yang pucat. "Terima kasih telah merawatku Mei Hwa." "Kamu terlalu sungkan He Hua, kita adalah teman, dan sudah seharusnya saling membantu," ujar Mei Hwa tersenyum manis. "He Hua bibirmu pucat." Mei Hwa hendak menyalurkan energi spiritualnya lagi. He Hua menggeleng pelan. "Jangan gunakan lagi energi spiritualmu, aku tahu kau sudah menghabiskan banyak energi. Jika kau menyalurkannya lagi itu akan berakibat buruk pada tubuhmu." "Baiklah, kalau begitu istirahatlah dengan baik. Aku akan menjagamu," sahut Mei Hwa. **************************************** Waktu berlalu begitu cepat. Sang Raja Siang menggantikan Dewi Bulan yang ingin beristirahat. Penduduk Kerajaan Yun Zhi melakukan berbagai aktivitas ada yang sedang melayani pelanggan di kedai atau toko, berjualan di pasar, menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintah, memancing di sungai, memasak, menari, adapula yang sedang bermain seperti anak-anak kecil, serta menuntut ilmu seperti yang dilakukan murid-murid Academy Chao Xing. Para murid mendengarkan dengan cermat penjelasan dari guru Lou. Hari perdana belajar yang dibuka tentang cara meningkatkan energi spiritual. "Ada beberapa cara untuk meningkatkan energi spiritual yang pertama berkultivasi, kedua memakan pil-pil restorasi, dan buah, sayur atau telur yang mengandung sihir." Laki-laki berusia empat puluh enam tahun, bermata sipit sedang menjelaskan materi pelajaran sambil melemparkan pandangan ke satu per satu murid-muridnya. "Mohon maaf Guru Lou menyela penjelasan anda. Ada berita penting yang harus saya katakan. Mari ikut saya. " Secara tiba-tiba seorang pria muda berhanfu abu-abu polos menangkupkan tangannya, kepalanya sedikit menunduk. Guru lou memberi kode agar asisten guru menunggu sebentar di luar kelas. "Pelajaran hari ini telah selesai!" "Tigapuluh lima murid yang terdiri dari perempuan dan laki-laki serempak berdiri, lalu membungkuk hormat. "Terima kasih Guru Lou!" Guru Lou berjalan membawa dua buah buku di tangannya beserta buku absen, mengikuti asisten guru Ming ke ruang kesehatan Academy Chao Xing. Sepuluh ranjang bersprei putih di sisi sebelah kanan berbaris, dua buah lemari berisi ramuan dan obat-obatan di sisi kiri. Satu meja beserta dua kursi di sisi kiri di depan lemari. Aroma ramuan dan obat-obatan begiti kuat tercium indra penciuman. Di ruangan yang cukup luas sudah ada perwakilan dari Departemen Selatan yang mengurusi hal yang menyangkut pemeriksaan, korban, dan kesalahan-kesalahan lebih tepatnya tempat intrograsi. Pria muda bernama Run Yu berdiri di dekat jasad. Di hadapan mereka terdapat ranjang berisi seorang pria yang terbujur kaku dan pucat. Hanfu putih dan seutas kain putih terikat di lengannya. "Dia penjaga hutan bambu belakang Academy Chao Xing," beo Guru Lou. Seutas pita putih yang diikatkan ke lengan adalah simbol dari penjaga hutan bambu belakang Academy Chao Xing. Seseorang mengetuk pintu pelan dan teratur. "Masuklah!" Seorang pria muda, wajahnya tampan, terdapat kumis tipis yang baru saja dicukur. Hanfu coklat tua membalut tubuh gagahnya dan topi hitam menutupi rambutnya. Guru Lou mempersilakan Run Yu, anggota Departemen Selatan memeriksa keadaan jasad tersebut. Run Yu mengeluarkan dan membuka gulungan kain hitam yang berisi jarum-jarum akupuntur berbagai jenis dan ukuran. Pria tua itu mengambil beberapa jarum yang menurutnya pas untuk digunakan. Dia menusukkan jarum akupuntur di jari telunjuk kanan, perut. dan jantung. Run Yu mencelupkan ketiga jarum tersebut di tiga mangkuk keramik putih yang berbeda. Selama melakukan kegiatan pemeriksaan Guru Lou dan Asisten Guru Ming mengamati apa yang dilakukan Run Yu dalam keheningan. Pria itu memeriksa kondisi kedua netra jasad, luka-luka sabetan di bagian bahu, d**a, dan punggung dengan teliti memakai alat khusus. Air dimangkuk berubah hitam terapung. Dia mengambil segulung kertas, kuas, dan tinta menuliskan beberapa kalimat. "Menurut pemeriksaan dari ukuran panjang dan lebar luka, sabetan ini diakibatkan oleh senjata tajam pedang." "Apa kematiannya diakibatkan oleh pedang?" tanya Ming. "Tidak, jika memang murni hanya pedang, kematiannya paling cepat empat hari, sedangkan kematian pria ini dalam waktu semalam." "Melihat kondisi fisiknya matanya melotot seperti kesakitan. Selain itu juga saya menemukan zat sejenis racun di aliran darahnya." "Saya pertama kali melihat racun jenis ini." "Kalian berdua ikut saya ke Departemen Selatan untuk memberikan keterangan." "Baiklah," jawab Guru Lou dan asisten guru Ming bersamaan. Di luar ruang kesehatan, Li Xinyuan yang baru saja dari kamar mandi. Dia berjalan melewati ruang kesehatan dan tidak sengaja mendengar percakapan antara Guru Lou, Run Yu, dan asisten guru Ming. "Jenazah seorang pria?" ujar Li Xinyuan pelan. Suara pintu dibuka, Li Xinyuan segera bersembunyi di balik dinding samping ruangan kesehatan. Run Yu memimpin di depan yang diikuti Guru Lou, asisten guru Ming di belakang beserta lima orang bawahan Run Yu membawa jasad tersebut di dalam peti dengan tujuan ke Departemen Selatan. **************************************** Di kediaman Fu ruangan bawah tanah yang hening. Aroma buku-buku tua menguar di udara. Cahaya dari lampion yang digantung di langit atas memberikan penerangan. Rak-rak buku berbaris rapi di ruangan. Fu Shi bolak-balik ke sana kemari sejak semalam demi mencari sebuah buku. Pria itu mengabaikan tubuhnya yang membutuhkan istirahat, semalam dia tidak tidur. "Ini bukan." "Ini juga bukan." "Bukan." "Dimana letak buku yang Fu Shi cari?" Di atas meja buku-buku berserakan tak karuan, sekilas mirip kapal pecah. Fu Shi mengambil setumpuk buku meletakkan di atas meja segiempat yang terbuat dari kayu. Dia mengambil satu per satu buku membacanya dan akhirnya menemukannya. "Racun digoxin dan penawarnya." "Akhirnya aku menemukannya." Fu Shi mengembalikan buku-buku yang berantakan ke tempatnya semula. Dia mengambil posisi duduk menyender pada dinding kursi kayu, punggung dan pinggangnya berdenyut nyeri. Racun Digoxin Racun ini ditemukan oleh William Withering pada 1775 dan ada pada bunga foxglove, bunga liar berwarna mencolok berbentuk seperti lonceng, biasanya tumbuh di hutan-hutan Eropa. Jika racun masuk ke aliran darah, maka detak jantung bisa melambat dan akhirnya berhenti bekerja. Sebelum jantung gagal berfungsi, seseorang yang terkena racun digoxin akan mengalami sakit perut dan sakit kepala yang hebat. Penawar racun Fabrikasi imun digoxin atau antibodi spesifik-digoksin adalah penangkal overdosis digoxin. Terbuat dari fragmen imunoglobulin dari domba yang telah diimunisasi dengan turunan digoxin, digoxindicarboxymethoxylamine (DDMA). "Dimana Fu Shi akan mendapatkan benda itu?" Fu Shi mengusap wajahnya pening.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN