Chapter 38 - Tsunami?

1036 Kata

"Sedikit lebih baik, apa dadamu masih sakit He Hua?" tanya Asmitha Kumari. He Hua mengangguk. "Iya, masih sakit. Kekuatan energi spiritual monster tingkat tinggi sangat besar. Untung saja ada ada Tukang Sambung Listrik yang dari membantu kita. Kalau tidak ada dia aku tidak tahu bagaimana keadaan kita atau nyawa masih dalam badan?" "Li Xinyuan datang di saat yang tepat," ujar Asmitha Kumari mengambil nampan yang di atasnya berisi mangkuk kosong dan dua buah sumpit membawanya ke ruang cuci piring. "He Hua, katakan padaku apa kamu menyukai Li Xinyuan?" Pertanyaan yang dilontarkan Liang Mei Hwa mengundang tawa He Hua. "Mana mungkin aku menyukai si Tukang Sambung Listrik," ujar He Hua menggeleng. "Tapi kamu meluk dia sampai meneteskan air mata? Apa itu bukan yang namanya menyukai?" tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN