Sinar bulan menerangi malam yang gelap. Bintang-bintang kecil bertaburan, berkelap-kelap seumpama bintang berlian. Hembusan udara dingin menggoyangkan dedaunan, menerbangkan daun-daun kering yang berjatuhan bebas di atas tanah, dan membangunkan bunga-bunga. Empat orang anak kecil tengah berjalan di lorong yang sepi dan hening. Memang di daerah sini banyak rumah yang kosong yang ditinggalkan penghuninya. Di pinggir lorong tergantung beberapa lampu lentera kuning. "Lihat To Mu bulannya indah sekali!" ucap Tao menunjuk ke langit dengan jari telunjuknya kepada anak laki-laki yang berjalan di sampingnya. "Bulannya kecil," jawab To Mu ikut memandang ke langit. "Hari sudah malam kita harus segera pulang." Tao merapikan buah-buah berry yang dipetik di hutan tadi ke dalam keranjang rotan. "

