Sepanjang perjalanan menuju rumah, aku masih memikirkan semua perkataan Wilman aku sungguh tak percaya jika Hendra akan tega mengkhianatiku. Walau kami baru berpacaran, tapi aku yakin dia tak akan mengkhianatiku. Tapi bagaimana jika itu benar? Kemungkinan itu membuat pikiranku semakin kalut dan semakin kacau. Bagaimana pun aku belum siap jika harus mengalami pengkhianatan lagi. Aku bisa saja hancur jika kali ini mengalami pengkhianatan lagi. Mungkin aku telpon Hendra saja untuk memastikan semuanya. Aku mengambil ponsel yang sedari tadi menjadi penghuni setia tasku. Aku menekan nomor Hendra dan mencoba untuk menelponnya. "Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan," suara Mbak Operator cantik terdengar begitu merdu di telingaku. Huft...aku hembuskan

