Jomblo Pasti Berlalu

761 Kata

 Radit membawa gue ke pantai. Kami duduk di motor dengan masih mengenakan helm. “Kanaya, gue suka sama lo,” ujar Radit. Telinga gue mungkin sudah rusak sampai-sampai mendengar Radit ingin menjadi pacar gue. “Lo nggak bohong, kan?” “Lo nggak percaya sama gue?” Gue segera menggeleng. Takut berharap, bagaimana kalau Radit hanya membohongi gue. Radit memegang pundak gue menundukkan tubuhnya hingga wajah kami sejajar. “Lo bilang suka sama Santi, tapi kenapa sekarang lo bilang suka sama gue. Lo nggak bermaksud mempermainkan hati gue, ‘kan?” Radit menarik dagu gue hingga mendongkak. Air mata menggenang di pelupuk. Radit mengusapnya lembut saat air mata yang mulai turun membasahi pipi. “Gue nggak pernah bohong, Nay. Gue suka sama lo. Gue sadar ternyata perasaan gue sama lo nggak berubah

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN