Part 41

1190 Kata

POV Pus Walau sesekali menoleh memperhatikan Qila yang tengah bermain dengan boneka-bonekanya yang bertebaran di sekelilingnya, akhirnya sayur yang kumasak matang juga. Segera kubawa ke meja lalu mengelap kompor, mencuci piring di wastafel setelah itu mengepel lantai. Nanti saat pulang dari rumah sakit menjemput Adnan, Mas Rasya pasti senang karena semua sudah beres. "Pak, makan dulu," kataku sambil menuntun Qila menuju kamar tamu. Bapak membuka pintu kamar dan menatap ke arah depan, menajamkan indera penderan. Aku ikut terdiam mencoba mendengarkan sesuatu. Terdengar bunyi pintu diketuk pelan. "Itu mungkin Adnan," gumam Bapak sambil melangkah ke depan. Aku membuntut di belakang Bapak dengan perasaan was-was. Takut kalau Adnan akan menceritakan yang sebenarnya terjadi pada neneknya ke Ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN