Part 46

1462 Kata

Aku memandang Mas Rasya merasa tak enak hati saat melihatnya keluar dari kamar mandi, berjalan ke arahku sambil sedikit memelototkan matanya. Di kamar tamu, mungkin saja Adnan tengah melakukan hal yang sama seperti ayahnya. Aku nyengir kecil saat Mas Rasya mengacak rambutku dengan gemas. Tanganku menepuk-nepuk kasur di sebelahku merebah. Mas Rasya langsung menjatuhkan diri di sampingku, menatapku sambil cemberut. "Maafin aku ya, Sayang?" Kusudahi membalas komentar pembaca dari aplikasi di HP lantas melingkarkan tangan ke tubuh Mas Rasya, mendongak menatapnya yang sesekali melotot galak. Aku sudah kebal dengan sikapnya. Alih-alih takut, aku malah mendongak dan mencium bibirnya. Mas Rasya langsung membalas dengan antusias. "Ya lagian Mas Rasya, sudah tahu rasanya sangat asin dan pedas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN