Chapt. 17

1333 Kata

Hari ini Azzam datang kekampus dengan keadaan yang tidak baik. Wajahnya tampak bereda walau pun tidak mengurangi ketampanannya. Dari jauh, ia menemukan Arum dan seorang lelaki. Entah lah ia tidak tahu. Ia mempercepat jalannya. "Arum." Arum menoleh, ia mengerutkan dahi saat dosen mereka mendekat. "Ada apa pak?" "Boleh saya bertanya." Arum mengangguk, "Boleh." "Kamu tahu dimana Zaina?" "Hah? Kok bapak tanya saya. Ya dia dirumahnya." "Enggak ada. Kalaupun ada, saya gak tanya kamu." "Bapak serius? Oh jangan-jangan dia lagi berobat." "Berobat kemana bawa koper?." "APAA?!" Dengan cepat Arum mengeluarkan ponselnya. Mencari nomor Zaina dan menelfonnya. Panggilan pertama dan ke dua tidak aktif. Ia tidak menyerah. "Ish, kamu kemana sih, Na."rutuknya. "Bagaimana?" "Enggak aktif." "Say

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN