Laki-laki itu kembali mendatangi sebuah tepat yang sunyi, dengan semilir angin yang berhenbus kencang menerpa wajah tampan nya. Setangai bunga mawar di gengaman nya. Ia menyusuri jalan kemudian berhenti. Didepan nya ada gundukan tanah. Laki-laki itu adalah Azzam. Ia mendatangi makan mendiang sang istri yang ia lakukan selama seminggu penuh. Ia berjongkok. Kemdian meletakkan bunga tersebut. "Assalamualaikum sayang." Ia membaca doa sebentar kemudian mengelus nisan itu dengan sayang. Membersihkan makan Zaina yang terdapat daun. "Apa kabar? Kira-kira kamu bisan gak ya kalau aku tanya kabarmu?"ujarnya sembari terkekeh. Raut wajah nya kembali sendu, "Aku rindu kalian. Rasanya akau tidak sanggup lagi untuk hidup." Bayangan kenangan bersama Zaina kembali menguak. Kedua matanya kembali berka
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


