Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Namun Rachel terlihat sudah sibuk mempersiapkan dirinya sebelum pergi ke sekolah. Gadis itu kini terlihat sibuk membuat menu sarapan. Dengan telaten ia mencuci dan kemudian memotong beberapa sayuran menjadi ukuran yang lebih kecil. Bau harum memenuhi setiap sudut flat miliknya yang sempit. Ting tong Rachel seketika menghentikan aktifitasnya dan menoleh kearah pintu. Gadis itu tampak mengernyit. "Siapa yang datang sepagi ini?" Gumamnya. Akhirnya ia segera melangkahkan kakinya menuju pintu. Cklek. Kedua bola matanya membulat. "Sean.." Sementara si pemilik nama hanya menunjukkan cengiran khasnya. "Pagi, Sayang,” ucapnya. Hanya sapaan pagi hari biasa, sebenarnya. Namun itu berhasil membuat kedua pipi Rachel dihiasi oleh semburat merah. Sean terkek

