Chapter 17

1526 Kata

Rachel menoleh kearah jendela cafe yang menunjukkan keadaan jalanan di luar sana yang tengah diguyur hujan. Gadis itu menghela napasnya. Ia kemudian melirik arloji yang terpasang disalah satu pergelangan tangannya, kedua bola mata gadis itu sedikit melebar. "Sudah hampir jam sepuluh. Apa pria bodoh itu benar-benar menungguku?" gumamnya sebelum merogoh kantung apron yang terletak di depan. Tidak ada notifikasi apapun. Bahkan Sean tidak mengirim pesan padanya. Kemudian Rachel segera melangkahkan kakinya kearah pintu cafe. Ia segera berlari menuju ke sebuah halte yang terletak cukup dekat yang biasa ia gunakan untuk menunggu bus saat ia hendak pulang. "Ahh.. hujannya deras sekali." Ia kembali merogoh tasnya dan mengambil ponsel. Ia men-scroll layar ponselnya dan mencari kontak seseorang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN