Sudah seminggu setelah Adam mengunjungi Bella dan pria itu untungnya tidak mengunjungi Bella lagi. Ya, hal itu menguntungkan bagi Bella. Ia lebih baik tidak bertemu dengan Adam daripada ia harus bertemu dan mengkhianati hidup Ayahnya. Jika ia sampai memberikan kesempatan pada Adam, itu akan sama artinya dengan ia memberikan kepercayaan kembali kepada pria yang telah membunuh Ayahnya itu. Bella kembali menghembuskan nafasnya. Lagi-lagi ia harus berkutat bunga - bunga yang ada di pekarangan neneknya ini. "Kasihan bunga itu," Tiba-tiba suara neneknya pun mengkagetkan Bella. "Ah, nenek. Kasihan kenapa?" Bella sedikit terkekeh karena menurut Bella, bunga yang ia pegang bisa dikasihani karena apa? "Sudah secantik itu pun pemiliknya tidak benar-benar memikirkannya. Kamu tahu, Bel? Hal ya

