DUA PULUH EMPAT

1005 Kata

       "Gimana kerjanya dek?" Tanya Umi ketika gue baru saja mau duduk untuk sarapan. "Emm...lumayan Umi.walaupun banyak yang memeras sih haha..." kata gue sambil tertawa teringat apa  yang dilakukan senior gue  kemarin. "Meras gimana?" Tanya Umi heran melihat gue yang malah tertawa ketika ditindas. "Biasa Miii...nyuruh beliin sesuatu.tapi harus pake uang kita,bukannya ngasih komisi,malah kita yang diperas!" Jelas Sinta kakak ipar gue yang ikut nimberung sambil bantu Umi siapin makan. "Lah, ternyata ada ya yang kaya gitu. yaaa umi kira hanya ada diTV! Terus gimana CEOnya...kalau bawahannya gitu!" Kata Umi ikut kesel dengan apa yang gue alami di awal bekerja. "Yaaaa....pastinya ga jauh berbeda kali Miii..." jawab gue ngasal.tapi memang benerkan.mungkin saja mereka mencontoh atasan. Pl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN