Zulfan Gue geram ketika ternyata ayang Lae tak pernah meminum obat yang Gue berikan. Pantas saja sampai sekarang kandungan ayang Lae masih sehat. Dan badan ayang Lae yang makin kecil. Mungkin karena penyakitnya makin menggerogoti lahir batinnya. "Maaas...bisa minta waktu? Aku ingin Mas, mengantar aku periksa kandungan." "Aku sibuk! Kamu sendiri saja." Kata Gue waktu itu. "Tapi Maaas...aku mohon. Karena mungkin ini terakhir kita bisa sama-sama memeriksakan anak kita." "Itu urusan kamu yang!" Gue sedikit berteriak "Mas, Ini anak kita! Darah daging kamu. Aku hanya ingin kamu antar aku untuk periksa kandungan." Ayang Lae sedikit meninggikan suaranya "Apa kamu pikir Mas bakalan sayang, sama anak yang kamu kandung! Enggak! Mas enggak bakalan sayang. apalagi karena anak itu kamu bisa saj

