EMPAT PULUH DUA

1456 Kata

Seminggu Gue tinggal di rumah ini.Rumah yang dulu memberikan kebahagian.Rumah yang dulu penuh kenangan indah dan Rumah yang dulu tempat memadukasih dengan Mas Zulfan. Namun sekarang.Rumah ini menjadi tempat yang sangat sunyi...dan penjara yang membunuh Gue perlahan-lahan. "Maaf bu! Ditunggu di ruang makan sama Bapak dan Emm.. Nyonya." Minah menyadarkan Gue yang melamun depan jendela.memandang bumi jauh lepas...yang beranjak sore. Gue tertegun.Nyonya...ternyata Mas Zulfan benar-benar dengan apa yang dia katakan. "Buuuu..." Minah kembali bicara. "Aku masih belum lapar Minaaah.katakan pada tuan.supaya makan lebih dulu." Kata Gue sambil memasang senyum.untuk menutupi rasa sedih dalam hati. "Tapi Bu.kata bapak ka...kal...kalau ibu tak makan sekarang...bapak minta...emm...bapak minta...min

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN