Limabelas

2317 Kata

"Mengapa memaafkan semenyakitkan ini?" -Rival ••• Terhitung sudah hampir satu minggu sikap Rival masih tidak berubah. Masih dingin dan cuek dengan kedua kakaknya. Begitupun dengan Radit dan Revin yang tidak terlalu memaksa Rival untuk menerimanya. Asal anak itu tidak pergi, dan tetap menjaga kesehatannya. Walau dibelakang mereka, Rival sering kali menahan sendiri sakitnya saat kambuh. Bahkan melewatkan jadwal kemoterapi pertama, yang seharusnya dia jalani 2 hari yang lalu. "Val, makan dulu." Suara Radit terdengar serak, namun senyumnya masih terlihat tulus. Wajahnya sedikit pucat. Rival menyadari, namun berusaha abai. "Di sekolah aja, bang. Gue berangkat ya." Rival langsung berlalu, meninggalkan Radit dan Revin yang terdiam di meja makan. "Gue susul." Ucap Revin yang langsung beranjak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN