"Aku rela, bila nyawaku sebagai pengganti kebahagianmu." - Revin ••• Suara bising rumah sakit, tak mampu meramaikan suasana hati Rival yang kini masih menunggu di depan ruang UGD. Kondisi Revin jauh dari kata baik-baik saja, setelah menyelamatkannya tadi. Truk yang menghantam tubuh Revin, sangat jelas Rival lihat. Bagaimana kakanya yang berlari kearahnya, mendorong tubuh Rival kuat hingga Revin tak sempat menyelamatkan dirinya. Rival salah, harusnya dia bisa menjaga dirinya sendiri. Tapi kini dia bahkan membuat kakaknya hampir mati. Revin sedang berjuang di dalam, dan itu karena dirinya. "Val?" Suara Radit membuat Rival menoleh. Inginnya berdiri menyambut Radit lalu memeluk kakaknya, tapi urung karena tubuhnya seperti tak bertenaga. "Revin gimana?" Radit langsung memeluk Rival saat

