"Siena!!!"aku menutup telingaku yang terasa berdengung seketika, aku menoleh kearah Nala, gadis itu berteriak dari ambang pintu tapi suaranya terlalu luarbiasa sampai membuat telingaku berdengung. Langkah kakinya terlihat terburu-buru, aku menatap bingung kearah gadis itu, Nala duduk disebalahku, nafasnya terdengar ngos-ngosan "Kalian berdua tolong tenang, ini perpustakaan"tegur Bu Ana pencaga perpustakaan "Wes buk, selaw" "Nal"tegurku Nala berdecak, dia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya kuat. Bau kuah bakso. "Kenapa?"suaraku kuusahakan sepelan mungkin, aku juga tidak enak kalau ribut diperpustakaan "Lo pacaran sama kak Shaka?!"matanya menajam, Nala menekan setiap kalimatnya. Dia sedang mengintimidasiku. Pertanyaan ini lagi. Karena Shaka gak pernah membonceng c

