Rasanya mau pecah, kepala Siena sudah pusing sejak tadi dan Shaka main seenaknya menariknya masuk ke dalam Kafe yang katanya miliknya, Siena tak pernah meminta apapun pada Shaka, terlebih ini Kafe yang terlihat dibangun dengan harga yang tak murah tentu saja. Terlebih ucapan Shaka tentang istri atau apapun itu, Siena tak yakin pada apa yang Shaka katakan barusan. Bayangkan saja, dulu Siena dan Shaka bertemu karena ketidak sengajaan, terlibat karena masalah dan masalah yang mengharuskan mereka pacaran pura-pura, akhirnya masing-masing dari mereka tak dapat meng-handle perasaan sendiri, mereka sama-sama menyakiti diri sendiri, mereka tak dapat bersatu, tak memiliki hubungan yang jelas namun menunggu. Lalu apa, Menikah! Siena cukup waras kalau pernikahan itu jauh berbeda dari pacaran yang

