Tidak ada lagi seragam abu-abu. Tidak ada tingkah polah remaja yang absurd dan diluar logika, tidak ada kisah cinta remaja SMA, tak ada hukuman karena rok kependekan, merokok, ketahuan pacaran di depan guru, serta tak ada lagi cerita yang membuat Siena tertarik. Satu tahun sudah berlalu, Shaka pergi, membawa dirinya menjauh dari Siena. Kenangannya tertinggal, memori tentang Shaka masih ada,ingin Siena buang namun sulit. Siena pernah mencoba, melakukan pendekatan pada beberapa cowok yang tertarik padanya, hasilnya benar-benar nihil. Seolah di otaknya hanya ada Shaka dan Shaka. Padahal belum tentu cowok itu mengingatnya. Harusnya Shaka bawa kenangannya. Kejamnya takdir memang begini. Mempertemukan tapi tidak mempersatukan. Untuk apa? Hanya untuk pelajaran patah hati? Siena mendesah le

