23. Putus

1600 Kata

Gak vote bisulan kurapan kudisan wkwk "Dek, maaf dek" Dion menatap Siena yang baru saja pulang, gadis itu masih mengenakan seragam. Dion sempat melirik pria asing yang mengantarkan Siena. Namun, dia sama sekali tak mempersalahkan hal itu untuk saat ini. Baginya Siena mendiaminya seperti ini adalah hal yang mengerikan. Dion sangat tau bagaimana Siena, gadis itu tak akan membentak, marah bahkan terkesan cuek kalau tak ada masalah yang menganggunya. Jujur tadi Dion bohong, saat Siena menelpon sebenarnya dia sedang nongkrong di warung pinggir jalan dekat kampusnya. Siena tak memperdulikan Dion, gadis itu malah berjalan menaiki tangga seoalah tak menganggap Dion ada, suara Dion masih terdengar memanggil nama Siena. Namun sungguh hanya kekesalan yang saat ini Siena ingat. "Dek, maafin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN