22. Menangkap Basah

1509 Kata

“Mi, mas Arya sudah datang.” Cita masuk ke dalam kamar, lalu menyambar tas ransel yang tergeletak di sudut ruang. Karena mereka belum memiliki perabotan apa pun, maka barang yang dibawa sementara masih berada di lantai. Sandra menyalakan layar ponsel, dan melihat jam digital yang tertera di sana. “Kok, cepat banget.” Cita mengendik sambil memakai tas ranselnya. Namun, setelah memikirkan sesuatu, Cita kembali melepas tas tersebut lalu meletakkannya di sudut kasur. “Aku mau ngomong bentar sama mas Arya.” “Hm, Mami ganti baju sebentar.” Cita mengangguk, kemudian keluar dan menutup pintu kamar. Ia keluar, dan menghampiri Arya yang baru saja keluar dari mobil. “Mas, kata Mami, kalau Mas Arya nggak mau dibayar, kami perginya pake taksi yang lain aja.” Rencananya, pria itu akan menemani Cita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN