Kehidupan kami selayaknya pasangan pada umumnya yang penuh dengan cobaan tapi kami tahu bagaimana mengatasinya dan sekali lagi aku beruntung berada di keluarga yang saling menyayangi jadi cobaan. Aku melihat Tian yang selalu sabar atas apa yang aku alami dan lakukan terutama masa awal Tama lahir, aku harus bisa membagi waktu antara Tama dan Boy dan aku bersyukur Boy selalu paham jika sibuk mengurus Tama dan bahkan sesekali membantu. Permasalahan lain adalah ketika bertemu dengan salah satu sahabat aku secara tidak sengaja ketika kami berlibur, membuat aku terkejut dirinya bersama pria salah satu dosen tapi tidak pernah aku mengikuti kelasnya. Kami melepaskan rindu meskipun ada dinding pembatas tapi aku bersyukur bisa bertemu dan berbicara dengannya dalam kondisi kami saat ini bahkan tidak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


