30

1018 Kata

Semenjak kejadian di ruangan Ronald dan Adrian aku jadi takut untuk bertemu mereka berduaan dalam satu ruangan, pada saat itu keberuntungan menghampiriku dengan adanya penolong andaikan tidak ada yang menolong saat itu mungkin aku akan menjadi pemuas nafsu untuk mereka. Aku tidak menceritakan hal ini pada Tian cukup dengan kejadian obat perangsang saja yang diketahuinya dan untungnya Tian tidak terlalu mempermasalahkan karena juga membuat dirinya keenakan bahkan ketagihan. Hari di saat aku sidang akhirnya datang juga dan aku meminta kedua sahabatku ini untuk menemani, di samping itu aku tidak ingin melihat Adrian menatapku dengan tatapan yang tidak bisa digambarkan jika ada Hilda disisiku kecil kemungkinan Adrian melakukan hal seperti kemarin. Erlangga memberikan surprise dengan kedatan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN