Ibu ini jelas tidak sedang berbohong ataupun mengarang cerita. Kondisinya sedang dalam keadaan yang tidak baik dan bagaimana mungkin dia sempat untuk memikirkan hal seperti ini. Aku dan Dewi saling berpandangan lagi. Dewi menatapku dengan tatapan yang kutahu maksudnya apa, karena aku juga sedang memikirkan hal itu. "Ibu... Ibu dan anak ibu akan selamat." aku mencoba menguatkan ibu ini lagi dan lagi. "Oh iya, nama ibu siapa?" tanyaku. "Nama saya Mariam." jawab itu sambil menahan rasa sakitnya. "Oke bu Mariam, sebentar lagi taxi nya datang. Tunggu ya bu." tambah Dewi. "Mal, aku tunggu taxinya di luar ya." aku mengangguk dan membiarkan Dewi menunggu taxi diluar. "Mbak...mbak... posisi saya sulit mbak...." ucap ibu itu dengan lemas. "Anak saya ini mau diambil, mereka mungkin akan b

