Alter ego 2

1059 Kata
Tekan love bisa? Happy reading... **** " Tentang Elzata... yang sifatnya suka berubah-rubah. " **** Agata mengangguk, ia membenarkan posisi nya menjadi tegap dan serius. " Ouh tentang itu. " ujar agata dengan raut wajah yang sedih. " Selama tiga tahun ini hidup kami berubah In. " "Berubah? " tanya indah hati-hati. ia harus menjaga ucapan nya saat ini. " Iya.. tiga tahun yang lalu, Ayah El selingkuh. " jelas Agata dengan nada bergetar karena mengingat kembali kenangan yang membuat nya harus mengalihkan pikiran dengan cara bekerja seperti ini. " Bukan hanya itu saja. " Dimasta juga ninggalin El karna memilih menetap di belanda bersama papi nya. " " Dimasta? mirip nama saya tante. " Celutuk dimas tiba-tiba membuat suasana canggung. indah menegur dimas dengan cara menyenggol lengannya. " oh iya ya, ternyata nama kamu juga sama tante baru nyadar. " kekeh Agata terdengar sumbang. wanita itu berusaha tegar agar tidak mengeluarkan air mata dihadapan kedua teman anaknya. " Udah tan. gausah dihirauin ni orang gila. " dimas ingin protes tapi lebih memilih diam. " Jadi selama ini indah tidak mengetahui itu semua? maaf ya tante. indah ngga ada saat keluarga el membutuh kan penyemangat. " " Gapapa in. ini udah takdir yang penting el masih sehat-sehat saja. Ya walaupun El mengidap Alter ego. " indah dan dimas membulatkan bola matanya. " Ini-serius tan? " agata mengangguk. " Iya, tante baru mengetahui setelah kejadian yang menimpa kami. El ternyata sangat terpuruk waktu itu, tapi tante salah dimasa-masa yang sulit tante lebih memilih bekerja untuk menghilangkan kesedihan. Tante menyesal. Kepribadian kedua El bernama Eliza, ia begitu kasar, pemberani, dan tidak tau malu. " saat mengatakan itu, pandangan Agata begitu tajam serta menusuk. " Tante udah berulang kali membawa nya ke psikiater, tapi hasil nya sama aja. Eliza begitu kuat dengan pendirian nya. Dia beginu pandai menyembunyikan pribadi nya sendiri. tante benar-benar bingung mau gimana lagi. " Indah berpindah posisi menjadi duduk disebelah Agata. ia menggenggam tangan Agata memberikan semangat buat wanita paruh baya itu. Indah begitu mengeti bagaimana perasaan agata, ia juga menganggap agata seperti ibu nya sendiri. " Yang sabar tante. Kita akan berusaha menenggelamkan eliza. " " Semalam aku googling tan, katanya mengubur pribadi kedua itu harus mengalihkan pikiran Elzata dari hal-hal yang membuat nya mengingat masa lalu, kesedihan." jelas dimas sehingga kedua wanita itu menatap kearah nya. " Tante juga berusaha seperti itu. Tapi setiap ada didekat tante, Elzata selalu sedih, bahkan eliza sering memunculkan diri jika dihadapan tante. " " Tante ngga ngusulin Elzata hidup mandiri di apart? " saran indah. karena menurutnya, elzata bisa melupakan masalah nya dengan Agata. " Tante ngga bisa ninggalin dia sendiri, cukup untuk satu kali itu tante mengabaikan El. " " El bisa tinggal di apart berdua bersama aku tan. " " Kamu serius? terus Ramuna dan Matew gimana? " tanya agata mengingat indah hidup bersama keluarga lengkapnya. Apalagi ada Julia kakak nya indah. " Mereka juga menginginkan aku hidup mandiri tan. " Dimas hanya memperhatikan kedua wanita itu berbicara, ia lebih baik menjadi pendengar yang baik. " Tolong, kamu bujuk dia ya. " " oke tan. " Setelah itu mereka mengobral ringan tentang sekolah serta pacar. Sampai jam menunjuk kan pukul lima sore, indah dan dimas pamit pulang Kerumah mereka masing-masing. Agata mengantar sampai keluar rumah, dan kebetulan Elzata pulang dengan menggunakan taksi. Gadis itu kaget melihat dua teman nya ada dirumah apalagi mereka punya alasan berkumpul keluarga. " Eh indah, dimas? " tanya Elzata bingung. Tetapi ternyata, indah dan dimas lah yang lebih bingung. Bingung bagaimana cara menjelaskan pada Elzata. tidak mungkin kan ia mengatakan, keluarga dimas sekeluarga dengan gue, dan kebetulan nyokap lo main kerumah gue. itu sangat tidak mungkin. " Eliza baru sampe?" tanya dimas basa-basi. Elzata mengangguk sebagai jawaban. kini matanya beralih menatap Agata yang sedang tersenyum kikuk. " Kita baru aja mau balik, karena nunggu lo kelamaan. " celutuk dimas membuat kening Elzata bertambah kerut. " Maksudnya? " " Iya kita kesini mau main kerumah lo. sebagai tanda minta maaf ga bisa nemenin ketoko buku. " jelas dimas ambigu. " Ouh yaudah kalau gitu masuk aja, kita ngobrol didalem. " ujar Elzata. " Ngomong-ngomong, El bawa baju kesekolah? " tanya agata mengalihkan pembicaraan. " Iya el, kok lo ga pakai baju seragam? " timpal indah. " lah kalian berdua kenapa masih pakai baju seragam. " indah dan dimas terdiam, mereka sama-sama adu argumen karena disini mereka sama-sama berbohong, indah dan dimas yang berbohong berkumpul keluarga sedangkan elzata yang berbohong tidak ingin mengatakan bahwa ia dibuly dan baju ini dibelikan oleh Alter. " In, gue balik duluan ya, anjing gue lupa kasih makan. " Timpal dimas tanpa persetujuan dia berjalan meninggalkan semuanya. " El, tan, aku pamit kucingku kedinginan. " alibi indah. kini hanya tinggal mereka berdua. elzata yang merasa llelah dan kepalanya yang sudah mulai pusing, memilih berjalan masuk kerumah terlebih dahulu. Agata menyusul el dari belakang setelah menutup pintu rumah. " El, dari mana? " tanya agata dari belakang. Elzata meneguk minuman saat tiba didapur. setelah habis ia menatap Agata. " Dari mall. " " Jadi kamu beneran bawa baju sampai mengenakan baju sebagus ini? " Elzata mengedik kan bahunya. " Udah bun, el mau istirahat, capek banget. " Saat hendak meninggalkan area dapur, tangan Elzata ditahan oleh agata, karena wanita paruh baya itu melihat rambut Elzata yang banyak sekali rontok dibaju nya. " El ini kenapa rambut kamu rontok? " tanya Agata sambil melihatkan untaian rambut itu pada elzata. elzata menatap nya malas. " Palingan salah sampo bun. " " Masa banyak gini? " " Yakali rontok cuma dikit. Udah deh bun, aku mau istirahat, capek banget. Agata membimbing elzata untuk duduk disalah satu kursi. Kemudian mengelus pipi Elzata yang terlihat membiru. ketika agata mencoba menekan nya, elzata meringis sakit. " Jawab jujur, ini kenapa el??! " tegas agata. " Ngga papa bun. cuma kejedot pintu sekolah tadi. " " Tapi ini kek bekas tamparan! jawab bunda siapa yang udah nampar kamu? " " Udah el bilang, ngga ada bun!. " " Kamu gamau jujur sama bunda? " tanya agata jengah. " Bunda juga gamau jujur? kenapa indah dan dimas datang kerumah? " sindir Elzata. karena ia merasa curiga dengan kedua temannya itu, pasti ada sesuatu yang berusaha mereka cari. " Udah bun. jangan nuntut aku buat jujur kalau bunda saja selalu berbohong! " setelah mengucapkan itu, elzata pergi berlari meninggalkan agata yang menenggelamkan wajah nya ditelapak tangan. "Kamu udah berubah nak. " **** maaf atas kegajean cerita ini ya. maklum bukan penulis handal. semoga kalian suka.. salam dari author.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN