*
"Raa bangun donggg, mandi terus subuhan, abis itu kamu di dandanan, cepetan bangun" setelah kenaikan kelas gue dan farel tunangan uhh ga siap guee.
"Hmm iya maah, ini udah bangun" Balas gue dengan ogah ogahan bangun, biasanya kan gue bangun jam 7 jam 8 lah ini jam 5 bujukk.
"Jangan iya iya doang cepetan" Ucap mamah sambil narik gue menuju kamar mandi.
Setelah beberapa menit gue mandi, gue solat subuh dulu, udah solat subuh gue duduk ae dah dikamar tbtb mamah masuk.
"Udah siap ra" Ucap mamah, gue hanya anggukin pala gue.
"Yaudah ayo qis dandanan" Ucap mamah, yang dandanin gue tante bilqis karena dia jago banget make up.
"Ra udah siap? "
"Udah ma"
"Ayo turun yang lain udah nunggu"
Setelah selesai acara tukar cincin gue edarin pandangan gue nyari 3 sahabat gue 'ko mereka belom dateng yaa batin gue.
"Lo nyari temen lo? " Ucap farel yang gue angguki.
"Tuh"unjuk farel ke arah sahabat gue, gue liat nada Nadya sama nafisah lagi minum dan mereka nyamperin gue.
#farel
Gue perhatiin dari tadi Naura kaya lagi nyari seseorang, setelah gue ngikut mengedarkan pandangan gue, gue tau Naura nyari siapa.
" Lo nyari temen lo" Tanya gue yang di angguki Naura
"Tuh" Unjuk gue ke tiga orang yang lagi minum sambil berbincang,dan setelah itu mereka nyamperin kita, pas banget tiga sahabat Naura dateng nongol baim bagas, azril.
"Weyyy selamat broo, Naura selamat yaa" Ucap azril.
"Iya makasih" Jawab Naura, gue hanya anggukin pala gue.
"Selamat yaa raa, rel semoga betah"-Nadya
"Iya makasih yaa hehe" Jawab Naura gue hanya senyum simpul.
Setelah acara selesai dan yang lain pada bubar, tinggal keluarga gue sama keluarga Naura, dan sekarang mereka lagi pada ngobrol ngobrol.
"Rel ayah udah beli apartemen untuk kamu sama Naura tinggal" Apalagi inii, udah cukup yah sama tunangan ini farel gamau tinggal serumah dulu yah batin gue.
"Om tapi nempatin nya ga sekarang kan om, pah? " Tanya Naura kaya orang gelisah, mungkin perasaan dia sama kaya gue gamau tinggal serumah.
"Iyaa ga malam ini sayang tapi nanti seminggu sebelum masuk sekolah kalian akan tinggal di apartemen" Ucap om Gavin.
"Pah ko papah tega si sama Naura, masa Naura tinggal berdua doang sama muka tembok" Ucap Naura dengan mata tajam melihat ke arah gue hanya 1 detik.
"Kamu gaboleh gitu Naura, suatu saat nanti kamu pasti akan merasakan kasih sayang yang hangat dari farel" Ucap tante gina.
"Dan mulai sekarang farel atau Naura, kalian harus manggil kita dengan sebutan mamah papah ayah mamah terserah deh, pokonya jangan ada embel embel tante ataupun om" Tegas mamah.
"Iya tan.. Eh mah" Ucap Naura yang di angguki mamah.
"Yaudah ayo kita pulang kasian anak anak" Ucap mamah gina.
"Lo nginep rumah gue aja vin"
"Gimana mah, mau? " Tanya papah Gavin ke mamah gina
"Yaudah deh lagian rumah lo deket dari sini, kasian Naura dia ga nyaman Banget kayanya" Ucap mamah gina yang di angguki papa. Kita pulang dengan 2 mobil gue sama Naura, mamah papah papa mamah, dimobil satunya. Hening gaada suara apapun, mungkin dia lelah 2 jam dia berdiri terus tanpa duduk, duduk sih itu pun berberapa menit doang, gue boleh kearah dia, dan ternyata benar dia tidur dengan pules.
"Raa bangun udah sampe" Gue coba bangunin dia beberapa kali, dan dia hanya menggumam dan mengganti posisi tidur. Akhirnya gue angkat dia kekamar, gue sama dia ga sekamar dia dikamar gue dan gue tidur bareng bang ferell. Sebelum gue ke kamar abang gue, gue lepas heels nya gue tau kaki dia pegel karna hari make heels yang panjang itu.
Selesai gue lepasin gue bangunin dia
"Raa bangun ganti dulu baju lo" Ucap gue dan berlalu dari kamar gue, gue biarin dia tidur, kalo dia denger suara gue alhamdulillah kalo ga ya hamdallah.
"Bang gue numpang tidur yaa"
"Ngapain lo punya kamar ndiri"
"Yaelah pelit amat ama adek lo yang paling hot"
"Hot hot, gegayaan lo ngomong hot hot an, hot an juga badan gue" Desis bang ferell.
"Yaelah sombong amad" Ucap gue sambil berlalu ke kamar mandi, soalnya badan gue udah gaenak banget.
*
*
*
*
*
Siang ini cukup terik untuk seorang gadis yang sedang berolahraga dilapangan, hari ini jadwal kelas naura untuk olahraga.
"Baik anak anak, hari ini kita melakukan pemanasan terlebih dahulu"
"Ck, udah panas ini pak" Desis naura yang dilanjuti oleh teman temannya.
"Sudah sudah, dani maju sini kamu yang memimpin pemanasan" Ucap pak fadil.
Setelah semua pemanasan sudah dijalankan oleh muridnya itu pak Fadil menyuruh mereka lari keliling lapangan 10 putaran.
"Aduh pak kok sepuluh putaran si, lima aja laaa" Ucap naura.
"Iya pak lima ajaa, nnti kalo ada yang pingsan gimana" Ucap Nadya.
"Udah cepat lari atau mau bapak tambah" Ancam pak Fadil. Setelah itu semua murid pada lari pelan, ada yang jalan biasa, ada yang lari terlalu cepat karna ingin cepat selesai, berbeda dengan naura dia terlihat sangat pucat dan menahan sakit memang sejak tadi pagi naura sudah merasa pusing tapi dia tidak bilang pada farel,yaa sudah 2 hari mereka tidur satu atap beda ruangan. Dan farel seperti belum menerima kehadiran naura disampingnya, naura sih cuek, dan dia ga peduli.
"Ra muka lo pucat, lo sakit" Tanya Nadya yang berada disampingnya khawatir
"Ga ko gue gapapa" Jawabnya dengan nada lemas.
"Lo kenapa napa ra, ayo gue izinin, mereka berhenti sejenak, nada dan nafisah yang melihat sahabatnya berhenti mengahampiri keduanya.
" Loh ra lo kenapa? Ko pucat, lo sakit "rentetan tanya nada.
" Ayo ayo bawa duduk dulu dia, biar gue izinin ke pak Fadil" Ucap nafisah yang langsung berlari ke pak Fadil yang sedang meng absen semua murid. Belum sampai pada bangku dekat lapangan kepala naura seakan dibawa terbang ke luar angkasa, dan ditiban baru besar.
"Pa..la gue Sa..akit" Adu naura setelah itu dia menutup matanya dan...GUBRAK karna terasa sangat sangat pusing. Kebetulan sekali naura menjatuhkan dirinya farel lewat dengan ke tiga sahabatnya menuju kantin.
"Rel naura pingsan tuh" Panik azril yang tak sengaja melihat naura jatuh, setelah farel menoleh dan melihat naura jatuh dia langsung menghampiri tunangannya itu,barengan dengan datangnya pak Fadil dan nafisah.
"NAURA" Teriak sahabatnya.
"Ayo farel kamu bawa naura ke UKS" Ucap pak Fadil. Panik karna selama ini pak Fadil baru kali ini melihat naura pingsan dalam berolahraga, yang biasanya naura pecicilan dan tidak bisa diam, tiba tiba jatuh pingsan.
Setelah itu farel langsung membawa naura ke ruang UKS yang diikuti pak Fadil, naura dkk dan farel dkk.
Setelah menaruh naura diatas brankar pak Fadil bicara.
"Sekarang sudah pergantian jam pelajaran, kalian masuk kelas saja biar nanti bapak panggil petugas PMR" Ucap pak Fadil, ya merekasidah pergantian jam pelajaran karna bel sudah bunyi.
"Saya disini pak nunggu naura" Ucap farel tanpa melihat pak Fadil.
"Ya sudah, kalian masuk kelas jangan ngayap"
"Gue pergi yaa rel" Ucap baim yang diangguki farel
"Jaga naura rel kalo ada apa apa panggil kita yaa" Ucap nafisah hanya sebuah anggukan kepala yang menjawab.
Setelah teman temannya pergi, farel menatap wajah naura yang masih memejamkan matanya, dilihatnya alis yang tebal dengan hidung mungil, dan bibir yang terlihat pucat, wajah yang selalu membuat mood nya berantakan kini sedang berbaring di atas brankar, setelah memperhatikan cukup lama farel hendak pergi ke kamar mandi, baru saja dia berdiri dari kursinya naura membuka matanya dikit dikit.
"Lo mau apa? Masih pusing" Naura tidak menjawab, justru dia kaya menahan sesuatu yang ingin di keluarkan, naura memegang perutnya dan membekap mulutnya, farel yang sedari tadi diam kini dia sedang mencari plastik berwarna hitam dan minyak kayu putih, setelah dapat farel langsung menyodorkan pada naura, dan naura memuntahkan semua isi yang ada didalam perutnya dan farel yang memijat leher belakangnya dengan mengoleksi minyak kayu putih. Setelah selesai naura memegang perutnya yang terasa sangat nyeri.
"Perut lo kenapa" Ucap farel dengan sedikit panik
"Sa..akit" Ucap naura dengan pipi yang sudah dihiasi air mata.
Buru buru farel memboyong naura dan membawanya ke parkiran untuk dibawa kerumah sakit dekat dengan sekolah.
"Pelan aja, sakit banget" Ucap naura sambil mencengkeram perutnya, perut naura seakan diremas seperti baju hingga tidak mengeluarkan air, farel tidak menanggapi perkataan naura.
Hingga beberapa menit mereka sampai dirumah sakit. Dan langsung ditangani oleh dokter, farel menunggu hingga dokter keluar.
"Gimana teman saya dok"
"Teman? Bukan pacar ya" 'Unfaedah banget si buambank' batin farel, farel hanya menggeleng.
"Oh, temen adek gapapa cuma asam lambungnya naik makanya bisa sakit perut seperti itu dan nanti bisa dibawa pulang setelah sudah menebus obatnya ya" Jelas dokter itu.
"Boleh saya masuk dok"
"Boleh" Farel langsung masuk dan melihat naura yang sedang memejamkan matanya sambil memegang perutnya yang masih terasa sangat sakit.
"Ra, masih sakit" Naura tidak menjawab farel mendekat lalu berucap.
"Lo pegang tangan gue, remes tangan gue juga gapapa" Ucap farel yang mengambil tangan naura diatas perutnya, naura memiringkan badanya menghadap farel sambil meringkuk dan nangis, sungguh ini sangat sakit dari apapun, farel hanya diam melihat naura yang sedang kesakitan sampai mengeluarkan air mata.
"Anter gue ke kamar mandi" Ucap naura karna muak sekali dan ingin memuntahkan nya.
"Ngapain? " Tanya farel khawatir.
"Hoek.. Hoek " Naura langsung membekap mulutnya karna ingin keluar.
"Mu..ntah" Setelah menjawab itu farel langsung mengangkat naura menuju kamar mandi, dan naura memuntahkan isi perutnya yang sudah kosong.
*******
Follow akunn aku yukkkk☺☺