Kristal menyeret kopernya memasuki kamar, menatap Inggrid yang sedang mengenakan masker wajah dan membuka kotak salad buah dimeja tepat disisi jendela raksasa kamar. Kristal tidak berniat menyapa, melakukan basa basi busuk tak berguna pada orang yang melemparnya dengan tatapan permusuhan secara terang terangan adalah hal sia sia. "Awas aja kalau lo macem macem!" Kristal menoleh sekilas, tidak menyahut dan menyimpan keycard beserta ponselnya dinakas sebelum membongkar kopernya. "Lo denger gue ga sih?" Kristal berdecak pelan, menjepit cepolan rambutnya asal dan berdiri memunggungi Inggrid. "Denger ko." "Ter-lo ngapain!?" Inggrid menjerit saat Kristal membuka celana jeansnya begitu saja, melepas kaus bahkan branya sebelum meloloskan baju tidur selu

