Part 18

1039 Kata

       Senin.    Kristall menguap hingga matanya berair, menatap para murid yang saling berdesakan menuju lapangan dan mulai berbaris dengan mata mengantuknya. "Kristall,  astatang!"      Prinka dan Camelia setengah berlari kearahnya, kedua temannya itu  jelas rapih dan lengkap seperti biasa. "Kapan sih pala lo bener?" "Angkat kepalanya, Kristal."     Kristall hanya terdiam, membiarkan Prinka memakaikan topi dan merapihkan rambutnya dan Camelia memasang dasinya dengan serius. "Ngantuk." "Tidur molo!" "Ayo, ayo!"      Prinka menarik Kristal agar menuju barisan kelas mereka, sama sekali tidak peduli pada gerombolan Inggrid dan Sania yang mendengkus kesal karna melewati mereka begitu saja. "Awas aja lo!"    Prinka hanya melemparkan tatapan kesalnya, memegang bahu Kristall aga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN