Anggara semakin mendekat hingga akhirnya ia berdiri tepat di depan Keyra. Anggara meraih tangan Keyra, meminta istrinya itu untuk berdiri. Keyra dengan patuh menurut, ia berdiri dan Anggara menatapnya dengan tatapan dalam. Keyra bertanya dengan nada penasaran, "Ada Om?" sambil mengangkat alisnya. Anggara menjawab dengan lembut, "Kamu sangat cantik, Key." Lalu, Anggara berbisik dengan lembut, "Apa aku boleh mengecupmu, menciummu sedikit saja?" Keyra membeku sejenak, terkejut oleh pertanyaan itu. 'Cium apa nih maksud si om? Ah ya ampun, aku harus bagaimana?' Batin Keyra. Keyra merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, ia merasakan pipinya menghangat. Akhirnya Keyra mencoba menghindar dan bertanya dengan ragu, "Apa aku boleh mandi dulu? Sebelum itu?" Keyra mencoba mencari alasan unt

