Tiba-tiba Anggara dengan penuh kasih meraih dagu Keyra, menatapnya dengan mata dalam, penuh rasa cinta. "Sayang, aku sangat mencintaimu." Keyra tersenyum dengan lembut, lalu bertanya dengan nakal "Om, mau ngajak main di bawah selimut lagi?" Anggara pun mengangguk setuju dengan senyuman. Namun, Keyra melebarkan matanya, mencerminkan kekhawatirannya. Anggara bertanya dengan perhatian. "Kenapa, Sayang?" Keyra bertanya balik dengan ragu. "Om, bagaimana kalau aku hamil?" Anggara tersenyum tulus, laku menjawab, "Ya bagus dong, Sayang. Alhamdulillah." Setelah itu Keyra tetap diam, tidak mengatakan sepatah katapun pada Anggara hingga Anggara merasa bingung. Akhirnya, Anggara bertanya dengan perhatian. "Kenapa, Key?" Keyra akhirnya menjawab, mengungkapkan kekhawatirannya,"Aku takut jika

