Keyra semakin mendekat, dan Anggara, yang sedang menunggu dengan tegang, pangling melihatnya. "Bidadariku," ucap Anggara pelan, terpesona oleh kecantikan Keyra. Tetapi sesuatu yang tak terduga terjadi. Keyra hampir terjatuh, namun dengan sigap, Anggara menahan tubuhnya. Semua mata tertuju pada pasangan pengantin baru itu, bahkan beberapa fotografer langsung memotret momen tersebut. Ibu Anggara memutar bola matanya, merasa sedikit cemburu. Anggara berkata dengan sangat lembut pada Keyra, "Hati-hati, sayang." Keyra mengangguk tanpa senyum sedikit pun, merasa sangat malu. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke meja akad nikah dengan Anggara yang menggandeng Keyra. Di meja akad nikah, Anggara menyematkan cincin di jari manis tangan Keyra, lalu mendoakan Keyra dengan penuh ketulus

