"Sialan!!!" suara teriakan Selene menggema di seluruh ruangan apartemennya. Ia melempar, dan membanting barang-barangnya ke lantai. Wajahnya memerah begitu pula dengan kedua matanya yang menyala marah. "b******k! Semuanya gagal!!!" teriaknya lagi, membalik meja kecil yang ada di depan matanya. Dadanya naik turun dengan cepat. "Haven sudah mengetahuinya! Bodoh!!" Selene memukul kepalanya. "s**t!" umpatnya dengan kedua tangan berada di pinggang. Selene bernapas dengan cepat, penampilannya berantakan dengan leher yang memerah, bekas cekikan dari Haven. "Semua sudah terjadi, maka tidak ada yang perlu disembunyikan lagi. Aku tidak perlu berpura-pura menangis, bahagia, ataupun bertingkah manis di depannya. Dan saat ini pula aku akan membuang Selene yang telah bersama dengannya selama 5 tah

