“Mata panda!!” teriak Naura, berniat mengejutkan Shereen. Bukan tanpa alasan Naura memanggilnya seperti itu. Hal itu karena adanya lingkaran hitam di bawah mata Shereen. “Eh, Naura..,” Shereen mengedip beberapa kali. “Pagi, tukang makan!” Melihat Shereen berwajah datar membuat Naura mengerucutkan bibir karena gagal mengagetkan Shereen. Tanpa berkata apa-apa, ia berjalan di samping Shereen, melewati lorong kelas yang mulai ramai akan siswa-siswi. “Oh ya, tadi, gue liat Arka lagi boncengan sama cewek.” Naura berkata hati-hati sambil menatap Shereen dengan seksama, memperhatikan perubahan air muka Shereen yang masih berwajah datar. “Lo liat di mana?” “Emm... Sebenernya gue udah beberapa kali liat mereka barengan gitu..,” perkataan Naura kini sukses membuat Shereen menoleh dengan wajah p

