19 : Terbentur Masa Lalu

1533 Kata

Masih teringat jelas di dalam bayang Shereen, hari di mana Fallen memutuskan untuk meninggalkan semuanya di Jakarta. Setelah sore hari dengan suasana yang agak panas diantara mereka itu, komunikasi mereka terhenti. Bukan karena Shereen yang sengaja menunda atau tidak membalas pesan Fallen. Justru cowok itu yang sudah tidak mau membalas segala sapaan dari Shereen. Bahkan pertanyaan Shereen tentang jam keberangkatan Fallen ke Padang pun dianggap angin lalu. Wajar saja sih jika Fallen membencinya. Shereen juga sadar kalau dirinya selama ini seperti mempermainkan hati Fallen. Kepalanya meringsut dan tergeletak lemas diantara kedua tangan, membuat Harish yang duduk di sebelahnya menghela napas. “Kalo lo cuma mau tidur atau ngelamun sih, gak usah ikut belajar bareng,” celetuk Harish. Mendapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN