Pesawat yang di tumpangi Dira dan Rana mendarat mulus di bandara Ahmad Yani Semarang. Rana terlihat begitu senang pergi bersama Dira hari ini. Apalagi, Semarang adalah kota yang pertama kali Rana kunjungi selain Jakarta. Dira berjalan menuju pintu keluar bandara sembari mengendong Rana dalam dekapnya, tangan kirinya menyeret koper miliknya. Suasana bandara yang cukup padat siang ini tak membuat Dira risau sama sekali. Selang beberapa lama menunggu Dira jemputan dari pak Sudi, sosok pria rentan dengan rambutnya yang sudah memutih menghampiri Dira. “Non Dira?” tanya pria itu. “Pak Sudi?” kedua mata Dira tak mengedip sama sekali. Pak Sudi, pria rentan itu pun tersenyum dengan Dira. “Pie kabare, Non Dira?” sapa Pak Sudi, “Lama tenan kita ndak pernah ketemu ya, Non.” “B-b-b-b-baik, saya sel

