Vino duduk di samping Melati yang masih koma. Dengan tangan sedekat di d**a, pria itu memandangi wajah Melati yang penuh memar di dahinya. “Beruntung juga kamu.” Ujar Vino yang terdengar nyinyir. Memang akibat dari kecelakaan siang tadi tidak terlalu parah. Para warga berhasil menolong Melati dan ambulans juga segera datang. Beruntung tidak ada luka yang akan membekas di wajahnya, tetapi butuh beberapa minggu untuk pulih total. “Sekarang harusnya kamu paham apa konsekuensinya kalau melawan saya. Kamu itu hanya serpihan kerikil saja bagi saya. Tapi, kerikil saja bisa menyakiti kaki orang. Karena itu saya manfaatkan kamu.” Ujarnya lagi. “Makanya jangan cari gara-gara dengan saya.” Tentu saja tidak ada balasan dari Melati. Gadis itu masih terlelap dan belum ada tanda-tanda akan membuka m

