Chaerin membanting tasnya ke lantai kali ini ia tidak peduli ada atau tidak yang mengambil benda tersebut seperti biasanya, suasana hatinya benar-benar buruk sejak bertemu Hye Ju di tempat karaoke. Ia berusaha menahan emosi di depan teman sekelasnya dan langsung meledak ketika sampai di rumah, tempat dimana ia tidak perlu berpura-pura baik dan menjadi pribadi yang berbeda. Ia merebahkan tubuhnya dengan kasar di sofa tunggal dekat tempat tidur, menatap tajam ke jendela besar dengan gorden transparan dengan jari tangan yang mengetuk pegangan sofa sementara seorang wanita berumur 40 tahunan dengan seragam hitam putih berdiri di belakangnya. Chaerin menatap tangannya yang berdarah karena menahan marah tadi, lukanya bahkan sudah mengering namun masih meninggalkan nyeri ketika ia menggerakkann

