Sesampainya di rumah, Genta menunggui Tyas di teras dengan gelisah. Disatu sisidia tidak ingin Tyas pergi dari rumah ini. Setidaknya sampai Tyas dan Argo mengatakan niatnya ke Sinagar kalau mereka ingin bercerai. “Kenapa kamu tidak masuk?” tanya Diana yang heran melihat Genta ada di teras rumah. Diana juga melihat kalau barang Genta sudah tidak ada. “Aku tunggu di sini saja,” katanya dingin, lalu duduk dengan santai di sofa teras. “Rasanya di dalam panas. Maunya, si, bantuin Tyas mengemas dan mengepak barang-barang.” Genta lantas melirik ke arah Diana. “Mami sendiri? Ngapain ada di sini? Alangkah baiknya kalau bantu Tyas, kan? Bukannya itu simbolis mertua pulangin menantunya?” nada suara Genta sinis. Diana mendelik mendengar perkataan Genta. “Biar saja dia mengepak sendiri barangnya.”

