Kalau saja, Tyas tidak tahu apa-apa, Argo maklum. Jadi, malam itu, Argo sudah lelah sekali. Begitu sampai rumah dan ada di ranjang, Argo langsung menarik selimut. “Aku tidur duluan, Yas,” ucap Argo, langsung tertidur, tanpa sempat Tyas jawab pernyataannya. Kalau Argo langsung tertidur, beda dengan Tyas, yang entah sampai jam berapa masih terjaga, sampai tidak tahu mau apa. Kata-kata Tiffany selalu terngiang di telinga, ponsel yang ada di genggaman Genta, ada foto bayi di sana. Bayi siapa? Mungkinkah kalau Genta sudah tahu kalau itu adalah anak mereka? Tapi, kalau pun Genta tahu, Tyas tidak bisa berbuat apa-apa. Dia ingat nasihat ayahnya yang mirip ancaman. “Terima saja Argo apa adanya, sudah waktunya kamu melupakan masa lalumu. Dan ingat, Tyas, jangan sekali-kali kamu katakan soa

