“Jadikan aku milikmu, dan kamu milikmu malam ini saja,” bisik Argo kemudian. “Lalu?” tantang Tyas badannnya menjauh sedikit dari Argo. Meski terpancing dengan sentuhan Argo, hingga menelan ludahnya saja susah payah. Dalam jarak yang cukup dekat, Argo menatap Tyas, menelusur, ada rasa tidak rela dalam hatinya melepas Tyas. Namun, disatu sisi, Argo tidak bisa terus bersama dengan wanita itu. “Kita pisah,” jawab Argo kemudian. “Tidak ada lagi, yang bisa membuat kamu bertahan denganku, kan?” Tyas menunduk, seperti setuju dengan perkataan Argo. “Soal ancamanku tadi, anggap saja karena aku sedang emosi,” kata Argo kemudian. Mata Tyas membesar, dalam hatinya memaki apa-apaan? Namun, belum sempat Tyas berkata, Argo melancarkan aksinya, menggoda, dengan gerakan-gerakan yang membuat det

